Langsung ke isi halaman

Industri Pengolahan dan Hilirisasi

Diterbitkan 26 Sep 2026

Industri pengolahan nyaris belum ada di Mahakam Ulu, hanya menyumbang 0,47 persen PDRB pada 2025 — jauh di bawah rata-rata Kalimantan Timur yang mencapai 17,8 persen. Padahal bahan baku primer tersedia dalam jumlah besar berupa kakao, karet, kelapa sawit, dan hasil hutan yang selama ini keluar daerah dalam bentuk mentah. Rencana tata ruang sudah menyiapkan kawasan peruntukan industri di Long Bagun dan Laham. Kesenjangan inilah peluang terbesarnya.

Data pokok

  • Kontribusi industri pengolahan pada PDRB: 0,47 persen (2025), Kaltim 17,8 persen
  • Kawasan peruntukan industri: ± 664 ha di Long Bagun dan Laham
  • Luas IUP kelapa sawit 10 perusahaan: 106.153 ha — luas izin, bukan luas tanam
  • Luas kebun sawit rakyat: 164 ha (2025)

Yang perlu diperhatikan

Realisasinya bergantung pada masuknya pasokan listrik dari PLTA Batoq Kelo dan perbaikan jalur logistik darat. Perhatikan bahwa luas IUP adalah luas izin, bukan luas tertanam — keduanya tidak boleh dipertukarkan.

Sumber data