Kakao adalah komoditas perkebunan rakyat terluas di Mahakam Ulu, tersebar cukup merata di kelima kecamatan, disusul karet. Sensus Pertanian 2023 mencatat lebih dari tiga ratus ribu pohon kakao, namun lebih dari dua per lima di antaranya belum menghasilkan, sehingga produktivitas masih jauh di bawah potensinya. Peluang investasi yang paling nyata bukan pada perluasan lahan melainkan pada peremajaan tanaman, pendampingan budidaya, serta unit fermentasi dan pengolahan pascapanen — rencana tata ruang bahkan sudah menyiapkan kawasan agrowisata kakao.
Data pokok
- Luas areal kakao rakyat: 2.356 ha (2025)
- Luas areal karet rakyat: 1.804 ha (2025)
- Jumlah pohon kakao: 304.205 — 129.861 di antaranya belum menghasilkan (2023)
- Rumah tangga penanam kakao: 806 rumah tangga (2023)
Yang perlu diperhatikan
Biaya angkut sungai tinggi dan belum ada jaringan listrik PLN di calon lokasi unit pengolahan. Angka tonase produksi perkebunan tidak dicantumkan karena dua edisi publikasi BPS saling bertentangan; silakan konfirmasi ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.